Kamis, Januari 10, 2013

Mau jadi caleg PDIP? Cukup bayar Rp 1 juta

PDIP.kabmalang.com -
DI Perjuangan membuka peluang bagi siapa saja yang ingin menjadi anggota dewan dalam pemilihan anggota legislatif pada Pemilu 2014. Syaratnya? dia berkompetitif, tidak korupsi dan narkoba, serta siapkan uang Rp 1 juta.

Ketua DPD PDIP Jabar Tubagus Hasanudin menjelaskan, semua bisa maju, bagi yang ingin menggunakan partai berlambang kepala banteng ini sebagai kendaraan politik. Jadi peluang non kader terbuka jika memang bertekad dalam Pileg nanti.

"DPC-DPC yang ada di kabupaten/kota di Indonesia terbuka bagi siapapun yang ingin memakai PDIP sebagai kendaraan politiknya," katanya, Senin (7/1).

Menurutnya, uang Rp1 juta itu bukan untuk di masukan ke kas PDIP, tapi rinciannya untuk biaya tes yang diadakan internal PDIP terhadap bakal calon legislatif. "Untuk biaya psikotes sekitar Rp 660 ribu dan untuk biaya makan minum serta administrasi selama tes kurang lebih Rp 300 ribu, jadi ditotal-total Rp 1 juta," ujarnya.

Setelah dikenakan biaya itu, tidak ada lagi uang yang dipungut. Karena semua sudah termasuk dalam formulir dan persyaratan administratif lainnya.

Semua pendaftar nantinya akan mengikuti beberapa tahapan. Hasilnya akan dilihat apakah calon itu memiliki elektabilitas dan popularitas untuk dicalonkan.

"Kami akan melakukan survei, dan hasilnya akan menjadi pertimbangan partai untuk masuk ke tahap uji kelayakan," jelasnya.

Caleg yang akan diusung syaratnya tidak terlibat korupsi dan kasus narkoba. Itu sudah sesuai amanat yang dilakukan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

"Ayo kita perbaiki demokrasi kita, kita ini partai rakyat, semua terbuka," katanya.

Sumber : http://www.mer deka.com/politik/mau-jadi-caleg-dari-pdip-cukup-bayar-rp-1-juta.html
Kontributor Artikel & Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

www.MestiMoco.com
Share:

Rabu, Desember 12, 2012

PILKADA Bangkalan Makmun - Mondir Unggul

PDIP.kabmalang.com - Dalam pemilihan Bupati Bangkalan, Madura, pasangan Makmun Ibnu Fuad-Mondir Rofii unggul , pemilukada yang digelar hari ini (Rabu, 12/12).

Pasangan ini didukung 9 parpol, yaitu PDIP, PAN, Demokrat, PKB, PPP, Hanura, Gerindra,  PDP, PKS, dan Partai Golkar ini menang telak atas lawannya, Nizar-Zulkifli, yang diusung PNBKI, Partai Republikan, dan Partai Bintang Reformasi (PBR).

Pasangan Makmun Ibnu Fuad-Mondir Rofii meraup suara 92,42% berdasar hitung cepat Lembaga Pusat Studi Demokrasi dan Hak Asasi Manusia Hukum (PuSDeHAM), sedangkan Nizar-Zulkifli hanya 7,58% dari suara sah. Sementara suara yang tidak sah 5,28 persen.

Direktur PuSDeHAM, Muhammad Asfar dalam penjelasannya menyatakan "Suara tidak hadir 35,33%. Tingkat kehadiran 64,67%. Dan margin error +- 1%,"

Dengan hasil tersebut, Makmun Ibnu Fuad hampir dapat dipastikan akan menjadi Bupati Bangkalan menggantikan ayahnya, KH Fuad Amin Imron.

Dalam pilkada kali ini berlangsung aman. Meski sebelumnya ada ancaman kerusuhan dan akan adanya carok apabila kubu Imam Bukhori-Zainal Alim menggagalkan Pilkada.

Kontributor Artikel & Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

www.MestiMoco.com
Share:

Minggu, Oktober 14, 2012

PDI-P Gelar Psikotes untuk Caleg di 2014

PDIP.kabmalang.com -  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan bakal benar-benar menerapkan hasil psikotes terhadap seluruh calon legislasi (Caleg) DPR, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota dari PDI-P nantinya. Jika tak memenuhi standar yang ditetapkan, maka caleg tersebut tidak akan diloloskan untuk maju di pemilu 2014.
"Kita serius (psikotes). Ketua Umum (Megawati Soekarno Putri) gemas banyak kader yang bermasalah. Kapan berjuangnya kalau mikir diri melulu, enggak mikir pengabdian ke rakyat," kata Ketua Departeman Kaderisasi Keanggotaan dan Rekrutmen DPP PDI-P Eva Kusuma Sundari disela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDI-P di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (13/10/2012).
Eva mengatakan, persiapan pelaksanaan psikotes menjadi salah satu agenda dalam Rakernas II. PDI-P menggandengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). Nantinya, kata dia, HIMPSI bakal melibatkan 26 cabangnya di Indonesia untuk melakukan tes terhadap seluruh caleg PDI-P.
Aspek yang akan dilihat dalam psikotes itu, lanjut Eva, yakni intelektual, kepribadian, sikap kerja, kepemimpinan, dan lainnya. Akan ada juga wawancara individu dan kelompok. "Demi menemukan the right man on the right place at the right time for the right party," kata Eva.
Eva menambahkan, langkah psikotes itu untuk menemukan para politisi yang cocok dengan peran dan tugas sesuai standar PDI-P. "Megawati mengatakan bahwa psikotes merupakan strategi agar para kader mampu mengemban amanat Kongres III di Bali tahun 2010 bahwa PDI-P menjadi parpol ideologis," pungkas dia.
Sebelumnya, ketika membuka Rakernas II, Megawati menyindir kader PDI-P yang masih terus berkonflik. Megawati juga menyinggung perilaku patologis sejumlah kader PDI-P. Perilaku dan mentalitas politik "pokok-e", mau menang sendiri, feodal, dan mengerasnya pembatasan rekrutmen jabatan politik hanya pada orang-orang terdekatnya, kata dia, terus terjadi di berbagai daerah.
 
Editor :H2o
Sumber : kompas.com

Kontributor Artikel & Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

www.MestiMoco.com
Share:

Jumat, Oktober 12, 2012

Jokowi Magnet Rakernas

PDIP.kabmalang.com - Surabaya - Joko Widodo atau Jokowi, gubernur terpilih DKI Jakarta, hadir di arena Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Pakuwon Surabaya, Jawa Timur. Kedatangan pria kelahiran Solo ini menyedot perhatian ribuan pengunjung.

Begitu datang, para peserta Rakernas langsung mengerubuti Jokowi. Sehingga untuk berjalan ke ruang rakernas, pria murah senyum ini harus mendapatkan pengawalan super ketat dari satgas PDIP. Tidak jarang, peserta Rakernas mendekati Jokowi untuk sekedar berfoto.

"Maaf saya harus mengikuti pembukaan Rakernas," kata Jokowi singkat, Jumat (12/10/2012) siang.

Agar tidak terganggu, sejumlah satgas meminta agar para penggemar Jokowi minggir. "Tolong diberi jalan. Tolong minggir," ujar seorang satgas sembari menggandeng tangan gubernur yang diusung oleh PDIP dan Partai Gerindra tersebut.

Ratusan kader pengurus pusat dan daerah mengikuti rakernas kedua. Gubernur Jawa Timur Soekarwo juga hadir. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan berpidato.

Kontributor Artikel & Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

www.MestiMoco.com
Share:

Arsip Blog