Kamis, Agustus 22, 2013

Rakernas I

PDIP.kabmalang.com -
Megawati: 5 Pokok Agenda Partai di 2012
ADA sejumlah pokok-pokok agenda penting partai di tahun depan seperti disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan Hj Megawati Soekarnoputri saat membuka Rapat Kerja Nasional I di Hotel Harris, Jl Peta, Bandung, Jawa Barat, Senin (12/12) siang.
MegawatiMenurut Mega, pokok-pokok agenda partai adalah untuk membangun harapan rakyat terhadap partai politik dan demi pengabdian terhadap bangsa dan negara. Pertama, jalan terjal ideologis yang dipilih PDI Perjuangan adalah jalan kerakyatan. Jalan terjal yang sangat keras. Lantaran itu, tegas Mega, "PDI Perjuangan tidak akan mentolelir setiap upaya yang mencederai empat pilar kebangsaan, yakni NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945."
Kedua, pemerintahan negara yang bebas korupsi adalah dasar bagi terwujudnya Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Ketiga, perjuangan politik melalui DPR maupun MPR RI harus mengoreksi liberalisasi politik dan ekonomi. "Hal ini sangat mendasar karena bagi PDI Perjuangan, rakyat menghendaki kemakmuran, keadilan dan demokrasi yang sesungguhnya, bukan demokrasi yang seolah-olah, yang dikendalikan oleh kekuatan uang," kata Mega.
Keempat, platform perjuangan PDI Perjuangan menjadi model pengelolaan pemerintahan. Soal ini Mega bersyukur. Sebab, dari 10 kepala daerah di Indonesia yang dinyatakan terbaik, 6 di antaranya adalah kader PDI Perjuangan. "Demikian pula di tingkat pusat, kita harus terus meningkatkan kualitas diri agar menjadi kekuatan di luar pemerintahan yang mampu menawarkan kebijakan alternatif," kata Mega.
Kelima, membumikan ideologi melalui kerja-kerja ekonomi, politik, sosial dan budaya yang kongkrit adalah tugas ideologi dan sejarah setiap kader. "hal ini dapat diwujudkan melalui usaha perluasan medan juang dengan penugasan kader di tengah-tengah rakyat," tambah Mega.
Pokok-pokok agenda partai membutuhkan pimpinan yang berakar dari rakyat sendiri. Pemimpin yang seperti ini menurut Mega jauh lebih sulit ketimbang sekadar menjadi presiden. "Secara ideal, seorang presiden adalah pemimpin. Tetapi secara empirik hal ini tidak selalu berlaku," katanya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Penyelenggara Rakernas I, Puan Maharani, dalam laporannya menyebutkan, acara dihadiri pengurus dari 33 Dewan Pimpinan Daerah, 71 DPC cabang pelopor, departemen dan badan tingkat pusat, sayap partai, dan koordinator wilayah luar negeri.
Sejumlah pejabat pemerintah maupun partai politik lain juga hadir pada acara tersebut. Di antaranya Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan-Yusuf Macan Effendi (Dede Yusuf), serta petinggi parpol Gerindra dan PKS. "Secara keseluruhan, 99 persen pihak yang kita undang hadir pada rakernas I ini," kata Puan.
Kontributor Artikel & Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

www.MestiMoco.com
Share:

Kamis, Agustus 15, 2013

Proporsional Tertutup itu Demokrasi Indonesia

PDIP.kabmalang.com -
Proporsional Tertutup itu Demokrasi Indonesia
SALAH satu agenda penting Rapat Kerja Nasional I PDI Perjuangan di Bandung adalah membahas langkah partai mengembalikan sistem pemilu ke jalan demokrasi Indonesia sesungguhnya, sistem proporsional tertutup alias orang pilih partai.
Wasekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristyanto dalam keterangan persnya mengatakan, banyak masukan dari DPD yang menginginkan agar sistem pemilu proporsional tertutup diterapkan dalam pemilu-pemilu mendatang.
Demokrasi IndonesiaSemangat menjadikan pemilu dengan sistem orang pilih partai bukannya tanpa dasar. Pemilu 2009 dengan sistem proporsional terbuka alias orang pilih orang (caleg) menghasilkan legislatif yang tidak bertindak mewakili rakyat. Hal Itu sebagai konsekwensi transaski suara yang terjadi secara masif pada pemilu lalu.
Dampaknya, terjadi kapitalisasi di parlemen. Sejumlah RUU atau insisiatif perundangan sarat kepentingan asing. "Jika sudah begitu, lalu rakyat akan menegur siapa? Siapa yang akan dikontrol? Kepada partai jelas tidak bisa karena hak pilih yang diberikan saat itu langsung kepada caleg," tegas Hasto di lokasi rakernas, Hotel Harris, Jl Peta, Bandung.
Menggunakan sistem pemilu tertutup menurut Hasto juga bukan sebagai langkah mundur. Namun, "Mengembalikan demokrasi ke rel yang sebetulnya, demokrasi Indonesia yang sudah dirumuskan dengan baik oleh para pendiri negara ini," katanya.
Pada sistem ini, jelas Hasto, partai yang akan diuji. Caleg yang ditetapkan partai melalui nomor urut bisa dikontrol rakyat melalui partai. Memang, sebagian orang khawatir dalam penempatan nomor urut caleg adalah upaya partai melakukan transaksional. Dan bukan penempatan kader-kader terbaik dalam nomor urut yang diprioritaskan.
Namun, tandas Hasto, "Sekali lagi, di sinilah kualitas partai di uji. Di PDI Perjuangan, untuk merekomendasi caleg diatur dalam SK 031A. Dan jika ada yang terbukti memainkan (menjual surat rekomendasi), partai akan melakukan pemecatan. Sanksi itu sudah jelas. Pembuktiannya pun cukup mudah. Pelapor cukup menyatakan kesaksiannya soal transaski itu di atas meterai," jelas dia.
Kembali ke sistem proporsional tertutup juga menjadi fenomena yang dilakukan banyak negara dewasa ini. "Mereka tidak ingin mengorbankan rakyatnya kepada orang per orang (caleg). Sebab melalui partai, rakyat bisa melakukan kontrol," pungkas Hasto.
Kontributor Artikel & Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

www.MestiMoco.com
Share:

Selasa, Agustus 13, 2013

Ganjar Pranowo Kampanye Jempol di Malang Raya

PDIP.kabmalang.com - Rencana kampanye pasangan yang diusung PDIP akan dimulai Selasa (13/8/2013). Gubernur Jateng terpilih, Ganjar Pranowo akan  ikut berkampanye di Malang Raya untuk pasangan Bambang DH-Said Abdullah atau dikenal dengan ikon jempol. .
Wito Argo, Sekretaris DPC PDIP Kota Batu, mengatakan Ganjar akan datang dan melakukan kampanye simpatik kepada masyarakat Batu. Bambang DH sendiri akan menemui petani untuk menyerap aspirasi dan mengkampanyekan program pembangunan pertanian di Batu.

Ganjar ditugaskan PDIP untuk memperjuagkan kemenangan pasangan Jempol. Untuk menjadikan  gubernur  Jatim, Jempol harus mengalahkan pasangan petahana Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa), dan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja (Berjah), serta pasangan independen  Eggi-Sihat.

Ganjar yang baru saja memenangkan Pilgub Jateng mengalahkan calon petahana beberapa bulan lalu. Rencananya, politisi PDIP yang dilantik tanggal 23 Agutus 2013 akan datang. PDIP menugaskan Ganjar untuk meraup semua suara kaum abangan di Malang Raya. Mengingat, selama ini, Malang Raya identik dengan PDIP. 

Kontributor Artikel & Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

www.MestiMoco.com
Share:

Kamis, Agustus 08, 2013

Said Aqil: NU-PDI Perjuangan Tak Dapat Dipisahkan

PDIP.kabmalang.com -Said Aqil: NU-PDI Perjuangan Tak Dapat Dipisahkan

"NAHDLATUL Ulama (NU) tidak dapat dipisahkan dari PDI Perjuangan. Apabila ada upaya-upaya memisahkan keduanya, itu namanya ahistoris," tandas Ketua Umum PB NU, Dr KH Said Aqil Siradj, saat menerima audiensi Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) di kantor PB NU Jl Kramat Raya 164 Jakarta, Jumat sore (2/12).
said aqil siradjDalam sejarahnya, urai Said Aqil, tokoh-tokoh Nahdliyin bersahabat karib dengan tokoh-tokoh nasionalis, misalnya KH Wahid Hasyim bersahabat dengan Bung Karno, dan Gus Dur dengan Megawati Soekarnoputri. Kebersamaan antara NU dengan PDI Perjuangan tersebut, kata Said Aqil, akan tetap dilanjutkan.
Said Aqil yang didampingi Sekretaris Jendral PBNU H Marsyudi Suhud, Wasekjen Imadadun Rahmat dan Bendahara Umum H Bina Suhendra menyarankan agar Bamusi yang merupakan organisasi sayap PDI Perjuangan, senantiasa menonjolkan Islam Rahmat. Yaitu nilai-nilai ajaran Islam yang tampil dengan wajah ramah, sejuk, berwawasan budaya dan berpihak pada kaum lemah tanpa memandang latar belakangnya.
"Asalkan mengedepankan program berpihak pada kaum lemah, maka dengan sendirinya Baitul Muslimin Indonesia akan laku dan mendapat tempat tersendiri di tengah masyarakat," tandas Said Aqil yang juga anggota Dewan Pembina PP Bamusi.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Baitul Muslimin Indonesia, Nurmansyah E Tanjung yang memimpin delegasi mengatakan, bahwa audiensi dengan PB NU bagaikan kunjungan seorang anak kepada orang tuanya. Pasalnya, kelahiran Bamusi pada 29 Maret 2007 lalu dibidani Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
Sedang soal audiensi PP Bamusi dengan PB NU, jelas Nurmansyah, pertama, untuk silaturahmi dan perkenalan pengurus baru masa bakti 2010-2015. Untuk saling mengenal dan memahami peran dan posisi masing-masing dalam konteks pembinaan umat serta memperkokoh pilar-pilar kebangsaan. Dan diharapkan tercipta komunikasi dan kerjasama yang lebih produktif.
Kedua, sinergitas program, yakni untuk merumuskan program-program yang bisa langsung menyentuh kehidupan umat. Pemberdayaan adalah kata kuncinya, mengingat basis sosial NU dan PDI Perjuangan adalah sama: kaum dhu'afa dan mustadh'afien. Pemberdayaan melingkupi bidang sosial, ekonomi, politik dan sebagainya secara menyeluruh.
Ketiga, memperkokoh pilar kebangsaan, sebagai salah satu agenda pokok yang harus dirumuskan menjadi program bersama. Dalam konteks ini, justru yang paling utama dengan menyegarkan kembali wawasan dan pemahaman keagamaan, sehingga tidak akan terjadi lagi benturan-benturan ideologis dan atau kepentingan semata yang hanya memanfaatkan legitimasi keagamaan.
Keempat, "Masukan dan saran pembinaan dari PBNU untuk Bamusi sangat diharapkan agar organisasi ini bisa berjalan dengan baik dan bermanfaat untuk bangsa," papar Nurmansyah E Tanjung.

Kontributor Artikel & Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

www.MestiMoco.com
Share:

Arsip Blog