Kamis, Mei 16, 2013

surat suara Pilwali Kota Malang salahi prosedur

PDIP.kabmalang.com -Polres Kota Malang ‘menyemprit’ Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang sebab terkait pendistribusian surat suara Pilwali ke Panitia Pemilu Kecamatan (PPK), Senin (13/5/2013).

Menurut versi kepolisian penyerahan langsung dari percetakan ke PPK di masing-masing kecamatan itu tidak sesuai prosedur.


“Surat suara itu dari percetakan PT Fura Barutama di Kudus hendak diserahkan langsung ke PPK di masing-masing kecamatan. Kami sebagai pengawal keberatan. Kami tidak bisa lakukan seperti itu karena menyalahi prosedur tetap (Protap),” jelas Kasat Intel Polres Malang Kota, AKP Imam Solichin.

Makanya, tandas dia, surat suara sebanyak 615.651 ditambah 2,5 persen yang dimuat satu truk tersebut diarahkan langsung ke Kantor KPU Kota Malang. Sebab, polisi justru ingin surat suara tersebut masuk ke kantor KPU Kota Malang terlebih dahulu.

Alasannya, selain sesuai protap, polisi tidak mau mengambil risiko. Sebab, jumlah suara yang langsung diserahkan ke PPK di masing-masing kecamatan itu harus dibuatkan berita acara serah terima terlebih dulu di kantor KPU Kota Malang.

Selain itu, kata dia, pengamanannya juga harus terjamin. Sebab, penyerahan surat suara yang harus dimasukkan ke kotak suara itu wajib dikunci dengan tiga gembok disaksikan KPU, Panwas dan polisi. Lalu masing-masing kunci dipegang polisi, PPK dan Panwaslu Kota Malang. Sehingga, keamanannya benar-benar terjamin. “Ya, seperti soal-soal UN-lah,” katanya memberikan analog.

Menyikapi sempritan polisi tersebut, KPU Kota Malang hanya bisa pasrah. Penyelenggara Pilwali Kota Malang ini mengaku mengikuti apa yang disarankan polisi. “Ya, sebenarnya diserahkan langsung ke PPK itu tidak ada masalah. Namun, karena kami menghormati, ya kami ikuti saran polisi,” jelas komisioner bidang logistik KPU Kota Malang Rusmifahrizal Rustam.

Dia menjelaskan, bahwa penyerahan langsung ke PPK itu sebenarnya tidak ada masalah. Sebab, PT Fura Barutama dinilai sudah profesional. Perusahaan percetakan yang,
memenangkan tender pengadaan surat suara Pilwali Kota Malang itu dikatakan sudah berpengalaman.

Alasannya, perusahaan percetakan di Kudus itu sudah sering menangani pengadaan surat suara untuk Pilkada di seluruh Indonesia. Makanya, tandas dia, KPU Kota Malang percaya bila pendistribusian surat suara tersebut langsung diserahkan ke PPK Kota Malang.

Secara teknis, jika ada surat suara yang rusak bisa ditangani langsung di PPK.

“Namun itu tidak jadi kami lakukan setelah mendapat masukan dari polisi. Karena itu, kami terima dulu di kantor KPU Kota Malang, setelah itu baru didistribusikan ke PPK di masing-masing kecamatan,” pungkasnya.
http://www.lensaindonesia.com/

Kontributor Artikel & Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

www.MestiMoco.com
Share:

Selasa, Mei 14, 2013

Posisi Partai

PDIP.kabmalang.com - Menempuh Jalan Ideologi

POSISI PARTAI

Ir Soekarno pernah menuliskan "...partailah yang memegang obor, partailah yang berjalan dimuka, partailah yang menyuluhi jalan yang gelap dan penuh dengan ranjau-ranjau itu sehingga menjadi jalan yang terang. Partailah yang memimpin massa itu didalam perjungannya merebahkan musuh, partailah yang memegang komando dari barisan massa ..." (Ir Soekarno, Mencapai Indonesia Merdeka)

Penjelasan Bung Karno tersebut telah jelas dengan gamblang bagaimana pergerakan seharusnya di kembangkan untuk merubah nasib rakyat. Gerakan massa, ataupun gerakan mayoritas massa yang menuntut perubahan yang mendasar dan partailah yang menjadi pemimpin.
 


Pertanyaan yang muncul adalah : Kepada siapa rakyat pergi ketika menghadapi masalah?

  1. Ketika menghadapi masalah baik itu keseharian ataupun tindakan negara dalam melayani warganya, rakyat tidak menjadikan partai politik sebagai alamat untuk mengadu. Partai tidak dipandang sebagai pihak yang mampu membela rakyat, malah kadang partai dipandang sebagai bagian dari masalah. Keadaan ini dipicu oleh alpanya partai (politik) dalam membela kepentingan rakyat, baik dalam regulasi ataupun langkah kongkrit.
  2. Menguatnya antipati pada partai politik akibat trauma yang dalam akibat peralihan kekuasaan yng memakan korban pada era 60an. Partai dianggap sebagai sisi gelap, tidak memberi pencerahan tetapi memabah masalah.
  3. Munculnya banyak kasus yang melibatkan anggota partai utamanya KKN, sehingga memunculkan gerakan anti politisi busuk. Bahkan dapat dikatan saat ini kepercayaan rakyat pada partai pada posisi yang terrendah.

Dari tiga hal tersebut ada hal penting yang harus dicermati
1. Internal partai; menyangkut struktur, program dan kualitas kader
2. Eksternal partai; pengurangan jumlah partai politik akibat tekanan negara atau korporasi yang menjadikan politik sebagai arena menambah biaya ekonomi.

Teknologi marketing yang merambah dunia politik yang mengkibatkan termarginalnya fungsi kader dan struktural partai dalam pertarungan politik. Marketing Politik melalui teknologi pencitraan, hubungan kemanusiaan dan ikatan ideologi digantikan dengan tabel-tabel angka, yang menempatkan rakyat hanya sebagai batang turus statistik.

Kemenangan partai-partai baru akibat teknologi marketing dapat menjadi contoh betapa impian para pendiri negeri tentang fungsi partai telah terputar balikkan, partai seakan menjadi biro iklan. Keadaan ini menjadikan pengelola partai berpikir secara pragmatis.

Elit partai semakin jauh dari rakyat, perdebatan menjadi bagian dari pemerintah atau berada diluar pemerintah cermin pendangkalan partai, partai diposisikn sebagai alat mencapai kekuasan semata, bukan dalam kepentingan membela kepentingan rakyat. Politik telah kehilangan karakter dengan membela nilai keutamaan dan moralitas. Kader merasa bangga apabila berdampingan dengan penguasa, bukan tertawa dan menangis bersama rakyat.

Partai harus dapat menjadi senjata rakyat dalam merubah nasibnya, bukan menjadi kendaraan kader partai dalam merubah nasib pribadi dan keluarganya.

Ketua Umum PDI Perjuangan mengingatkan
PDI Perjuangan harus bekerja dalam situasi psiko politik "anti-partai" dan "anti-ideologi". PDI Perjuangan harus bekerja dalam suatu masyarakat yang pragmatis, transaksional dan berpikir instant untuk kepentingan individu, kita harus bekerja dalam situasi dimana sebagian pihak menganggap menduduki jabatan publik melalui jalan partai adalah jalan baru mencapai keamanan ekonomi. Partai bukan lagi sebagai alat ideologi, alat perjuangan tetapi menjadi alat akumulasi ekonomi. Partai menjadi alat transportasi tercepat mencapai keuntungan individu, bukan lagi sarana untuk mewujudkan kepentingan rakyat.

Partai dituntut untuk menyatu dengan rakyat, sebagai mana pemikiran Bung Karno; Jika partai hendak menggerakkan rakyat; jika partai ingin memimpin rakyat; jika partai ingin menjadi pelopor dalam pergerakkan raktyat; maka tiada jalan yang paling benar kecuali partai turun dan menyatu dengan rakyat.

Dalam Sarinah Bung karno menuliskan:
"Gerakan massa itu. Itu adalah seboyan yang benar. Tetapi dapatkah orang menggerakkan massa jika tidak mengetahui kehendak-kehendak massa, dan dapatkah orang mengetahui kehendak massa jika tidak bergaul dengan mereka " Gerakan Massa Itu Bung Karno, Sarinah, 1963-305

Dengan demikian partai memiliki kewajiban untuk mengerti rakyat dan memiliki kewjiban membangkitkan rakyat, yakni kekuatan rakyat yang sadar, rakyat yang paham ideologi, politik dan cara-cara untuk meraih cita-citanya dengan jalan politik. Partai berkewajiban memberi pendidikan ideologi dan politik yang memadai.

Pendidikan yang sistematis dan terus menerus berjenjang dan baku. Pendidikan yang merubah karakter kader sesuai ideologi partai dan pendidikan yang melahirkan penyadaran berbangsa dan bernegara.

Kader-kader inilah yang mampu menggerakkan partai, memajukan partai, militan membela kepentingan rakyat, bangsa dan negara dan akan mengawal komitmen berbangsa dan bernegara yakni
1. Melindungi warga Negara;
2. Mewujudkan kesejahteraan umum;
3. Mencerdaskan kehidupan bangsa, dan;
4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia.

PDI Perjuangan harus mampu melahirkan kader-kader pilih tanding, kader-kader Ideologis, Kader-kader bangsa, yang akan membwa bangsa ini jepada masa depannya yang cemerlan

 (7. Herman Hidayat Oktiono)


Dirangkum dari Buku Sekolah Partai


Kontributor Artikel & Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

www.MestiMoco.com
Share:

Minggu, Mei 12, 2013

DPP Minta Kader Rapatkan Barisan Menangkan SR-MK untuk Malang Lebih Baik

PDIP.kabmalang.com -

DPP Minta Kader Rapatkan Barisan Menangkan SR-MK untuk Malang Lebih Baik


DPP Minta Kader Rapatkan Barisan Menangkan SR-MK
DPP Minta Kader Rapatkan Barisan Menangkan SR-MK

Di depan jajaran struktural DPC, PAC dan Ranting se-kota Malang, Basarah juga minta kader-simpatisan untuk meningkatkan gerakan kampanye dari pintu ke pintu. "Waktu efektif tinggal 10 hari, kader partai harus optimalkan penjaringan pemilih SR-MK. Segala macam peraga kampanye dari pintu ke pintu telah disiapkan tim kampanye," kata Ahmad Basarah, kemarin.
Pernyataan itu disampaikan Basarah, dalam acara silaturahmi DPP PDI Perjuangan dengan struktural DPC, PAC dan Ranting se-Kota Malang. Acara pemantapan dan pemenangan SR-MK di gedung Gajayana Jalan Nusakambangan itu juga dihadiri Ketua DPC Kota Malang, Eddy Rumpoko, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Drs H Sirmadji Tjondropragolo dan anggota DPR RI dari Dapil Malang Raya, Sayid Muhammad.
Basarah juga menjelaskan, dalam upaya mendukung proses kampanye, DPP dan DPD menerjunkan tim desk pilkada ke Kota Malang. Menurutnya, tugas desk pilkada selain memberikan pendampingan dan pelatihan saksi, juga dalam kerangka bergotong royong menyukseskan pasangan SR-MK dalam Pilwali 23 Mei mendatang.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Drs H Sirmadji Tj mengatakan, prasyarat sukses pilkada adalah bagaimana keberhasilan pasangan calon yang diusung mampu menjalankan agenda pemerintahan pro-rakyat sebagaimana diamanatkan garis partai.

Kontributor Artikel & Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

www.MestiMoco.com
Share:

Kamis, April 25, 2013

Masa Pendukung Bacaleg Geng Wahyudi Silaturahmi ke Sirmadji

PDIP.kabmalang.com -Sekurang-kurangnya 500 massa bakal calon legislatif (Bacaleg) mendatangi rumah Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Sirmadji di Jalan Negara, Kota Malang, Kamis (25/04/2013).

Ratusan massa itu sebut mempertanyakan tidak masuknya dalam daftar Celeg sementara (DCS) Sesuai pengumuman KPU Bacaleg DPR RI atas nama Geng Wahyudi.

Massa pendukung Geng Wahyudi (Wakil Ketua Bapelu DPD PDIP Jatim) yang sebagian besar datang dari wilayah Kabupaten Malang mengendarai truk, mobil, dan kendaraan sepeda motor. Mereka berangkat dari wilayah Pakisaji menuju Kota Malang.

Selama perjalanan, mereka dikawal polisi menuju Jl Negara Kota Malang. Hanya saja, setiba di sana kendaraan mereka diparkir di Jalan Sulfat. Ratusan massa selanjutnya ini memilih berjalan kaki menuju kediaman Sirmadji.

Truk yang membawa sound system dikawal massa langsung masuk menuju depan rumah Sirmadji. Namun ratusan massa itu dilarang berorasi.

“Ayo-ayo kita datang ke rumah Ketua DPD PDIP Jatim ini untuk bersilaturahmi. Kita tidak akan berorasi karena dilarang berorasi oleh Pak Geng Wahyudi. Kita datang ke sini hanya untuk mempertanyakan kenapa Pak Geng Wahyudi tidak masuk dalam DCS untuk Pemilu 2014,” jelas Koordinator Lapangan (Korlap) Mulyono.

Makanya, tandas dia, massa harus tertib. Alasannya, kader PDIP tidak anarkis. Apalagi, kata dia, datang ke rumah Sirmadji itu untuk silarturahmi dan mempertanyakan Geng Wahyudi yang tidak masuk DCS.

Meski sempat ada imbauan semacam itu, di antara ratusan massa itu masih saja sempat bergejolak. Untungnya, polisi bersama beberapa tokoh di antara mereka berhasil meredam. Sehingga, massa bisa dikendalikan.

Kerena Sirmadji sedang rapat di DPP PDI Jakarta, tujuh perwakilan massa dipersilahkan masuk untuk untuk berdialog dengan dua orang Sirmadji. Diantaranya adalah Buyung Sulaiman.

Hampir dua jam lebih mereka melakukan dialog. Saat dialog sedang berlangsung, secara tiba-tiba Geng Wahyudi datang. Geng Wahyudi secara otomatis bisa meredam massa dan tujuh perwakilan massa yang sedang berdialog itu.

Kepada wartawan, Wahyudi, menyatakan, kedatangan massanya benrniat untuk silarahmi. “Tidak ada niatan lain. Ya, intinya mempertanyakan kenapa DCS itu tidak seperti yang diharapkan. Itu saja,” tegas Geng yang juga Ketua Dewan Pertimbangan DPC PDIP Kabupaten Malang itu.

Menurut dia, kenapa DCS itu tidak mencantumkan namanya. “Kalau sudah mendapatkan penjelasan secara jelas apa alasannya kita kan bisa memahami. Masalah masuk atau tidak dalam DCS itu bagi saya pribadi tidak ada masalah,” tandasnya.

Karena itu, dia masih menunggu penjelasan dari Sirmadji secara langsung. Jika sudah mendapat penjlasan dia yakin massa pendukungnya akan pulang ke rumahnya masing-masing.

“Sampai kapan menunggu, ya sampai ada penjelasan dari Pak Sirmadji,” pungkasnya

Sumber : http://www.lensaindonesia*com/2013/04/25/rumah-ketua-dpd-pdip-jatim-diserbu-ratusan-massa-bacaleg.html
Kontributor Artikel & Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

www.MestiMoco.com
Share:

Arsip Blog