Rabu, Januari 05, 2011

PAN : Capres Muda Ok Jika Sekualitas Bung Karno

Partai.mestimoco.com -

TJATUR SAPTO EDY/IST
  

RMOL. Usia muda tidak bisa dijadikan patokan untuk Capres 2014.

"Yang mesti jadi patokan dan utama adalah track record, integritas, acceptability dan solidarity maker," kata Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Tjatur Sapto Edy, kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Rabu, 5/1).

Tjatur tidak mempermasalahkan batasan usia jika memang ditemukan capres dari kalangan muda yang berkualitas.

"Tidak masalah kalau memang ditemukan orang-orang sekualitas Bung Karno, Pak Harto, Obama atau Clinton, yang berjuang dari bawah. Presiden usia 40-an tentu ok, tetapi banyak juga presiden tua tetap berprestasi," demikian Tjatur.
Sebelumnya (Selasa, 4/1), Ketua Dewan Pertuimbangan Pusat PDI Perjuangan, Taufiq Kiemas, mewacanakan agar Capres 2014  diisi kalangan muda dengan usia antara 40 sampai 50 tahun. [yan]

Sumber : http://www.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=14011


Kontributor Artikel & Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

www.MestiMoco.com
Share:

GERINDRA : Kritik Disorientasi Parpol

Partai.mestimoco.com -
  
RMOL. Kehidupan kepartaian di Indonesia tidak menunjukkan komitmen yang kuat terhadap kepentingan rakyat banyak, apalagi rakyat kecil, tapi lebih pada kekuasaan.

"Periode kedua kepresidenan SBY baru setahun, tapi partai-partai lebih sibuk memikirkan bagaimana menambah kursi DPR-nya ke depan, bagaimana mempersiapkan calon presidennya tahun 2014 mendatang," ujar politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Martin Hutabarat, kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Rabu, 1/5).

Martin melihat saat ini hampir tidak ada partai yang membuat program atau agenda utama berupa evaluasi sampai sejauh mana partai memperjuangkan pembangunan kesejahteraan rakyat, pemberantasan korupsi, dan penegakan hukum secara serius di tahun yang lampau.

"Apakah partainya sudah sungguh mendorong Pemerintah menciptakan lapangan kerja untuk mengurangi pengangguran? Sudah berusaha menekan pemerintah agar mengurangi kemiskinan dan memberdayakan petani, nelayan, buruh dan pedagang kaki lima?" kritiknya.

Anggota Komisi III DPR ini menyebut fokus perhatian Parpol pada kekuasaan sebagai ironi kebangsaan. Ia berharap kekuatan rakyat mendorong partai-partai politik mengubah orientasi politiknya.

"Jangan rakyat untuk partai, tapi partai untuk rakyat," tegasnya.[ald]

Kontributor Artikel & Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

www.MestiMoco.com
Share:

PDI Perjuangan : Kader Ingatkan Jas Merah

Partai.mestimoco.com -
"Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah," itulah sepenggal kata dari sang proklamator Soekarno saat berorasi di hadapan rakyat. Kalimat tersebut seakan terus terngiang di telinga sejumlah kader PDI Perjuangan, yang tak lain kader besutan putrinya Megawati Soekarnoputri.

Kini, kata-kata tersebut kembali dilontarkan seorang kader senior PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning Proletariyati, guna menanggapi wacana koalisi antara PDI Perjuangan dengan Partai Demokrat. Berikut petikan wawancara Ribka dengan okezone, Selasa (12/5/2009).

Bagaimana tanggapan anda tentang wacana koalisi antara PDI Perjuangan dengan Partai Demokrat?

Sebagai kader saya jelas tidak setuju. Pemilu saat ini masih meninggalkan banyak borok, baik soal DPT, golput, dan sebagainya. Seharusnya masalah itu dulu yang diselesaikan, bukannya koalisi.

Apa alasan anda menolak koalisi?

Secara ideologis, PDI Perjuangan sangat berbeda dengan Partai Demokrat. PDI Perjuangan memiliki azas Pancasila Bung Karno 1 Juni, sedangkan Partai Demokrat hanya Pancasila saja. Itu salah satunya, sedangkan alasan lainnya masih banyak lagi.

Siapakah tokoh PDI Perjuangan yang bersikukuh berkoalisi dengan Demokrat?

Ada beberapa pihak yang bersikukuh. Mereka adalah orang baru di PDI Perjuangan dan tidak mengetahui historis lahirnya PDI Perjuangan. Mereka ini memang ingin menghancurkan PDI Perjuangan.

Kabarnya Mega menolak koalisi ini?

Sebagai pendiri dia pasti menangis melihat kondisi ini. Karena, saya dulu bersama Mbak Mega sering berurusan dengan hukum hanya untuk membesarkan nama PDI Perjuangan. Namun, saat ini ideologi partai seakan dikesampingkan hanya karena bagi-bagi kekuasaan.

Munculnya nama Boediono menjadi cawapres dikabarkan untuk mewakili pihak Mega, benarkah?

Saya pikir tidak. Boediono memang pernah dibesarkan Mega sewaktu memimpin kabinet. Namun, setelah Boediono menjadi menteri di kabinet SBY sudah tidak dekat lagi, karena Mega kecewa.

Bagaimana pandangan anda tentang PDI Perjuangan saat ini?

Banyak pengurus saat ini yang lupa dengan sejarah berdirinya PDI Perjuangan. Seharusnya mereka sadar, PDI Perjuangan pernah memenangi pemilu bukan karena koalisi atau bagi-bagi kekuasaan, tetapi karena semangat perjuangan yang tinggi. Karenanya saya harap kader PDI Perjuangan ingan tentang Jas Merah (jangan sekali-kali melupakan sejarah). Terlebih, saat ini orang yang berjuang dari awal tidak dimasukan kedalam struktur kepengurusan partai.

Jika PDI Perjuangan akhirnya berkoalisi dengan Partai Demokrat, apakah anda bertahan?

Kami mendirikan partai ini dengan susah payah, saya pernah diculik dan dikucilkan. Buat apa saya pergi dari PDI Perjuangan. Ini sudah saya duga sebelumnya, PDI Perjuangan akan menjadi partai besar dan akan disusupi pihak-pihak yang ingin menghancurkan partai. (teb)

Kontributor Artikel & Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

www.MestiMoco.com
Share:

DEMOKRAT : Belum Pikirkan Capres 2014

Partai.mestimoco.com -
Jafar Hafsah (Foto: Koran SI)
JAKARTA - Partai Demokrat menegaskan belum memikirkan tentang pencalonan presiden dan wakil presiden dalam pemilihan umum 2014 mendatang.

Ketua DPP Partai Demokrat Jafar Hafsah menegaskan pihaknya masih berkonsentrasi dan bekerja keras menjalankan mandat rakyat.

“Kalau ada yang berbicara soal capres, itu bukan sikap Partai Demokrat,” ujar Jafar melalui pesan singkat, Senin (3/1/2010).

Jafar mengungkapkan, partainya telah mencanangkan bahwa tahun 2010-2013 sebagai tahun kerja. “Bukan tahun politik,” jelas pria yang juga nenjabat Ketua Fraksi Demokrat di DPR ini.

Diketahui sebelumnya, beredar sejumlah nama yang mempunyai peluang untuk maju sebagai capres Demokrat, antara lain istri Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono, Anas Urbaningrum, dan Edi Wibowo. Nama-nama itu disebut oleh kader Partai Ruhut Sitompul.(Adam Prawira/Koran SI/ton)

Kontributor Artikel & Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

www.MestiMoco.com
Share:

Arsip Blog